Sunday, March 24, 2013

Hunting Venue: Alam Sutera Sports Center

Akhirnya masuk juga ke tahapan hunting venue untuk resepsi pernikahan. Mungkin agak telat, karena biasanya pasangan lain sudah melakukan hunting venue 1 tahun sebelum acara. Meskipun belum tahu secara jelas konsep pernikahan kami, tapi gambarannya adalah pernikahan kami akan lebih ke arah tradisional-nasional, jadi tidak memakai rangkaian adat namun tetap mengenakan busana adat (alias kebaya).

Tempat pertama yang coba kami kunjungi berada di bilangan Serpong, Tangerang yaitu Alam Sutera Sports Center. Tempat ini rekomendasi dari Mama, karena kebetulan sering melewati tempat tersebut dan sepertinya strategis karena tidak begitu jauh dari rumah.

Saya dan calon suami datang ke sana pada hari Sabtu sekitar pukul 4 sore, langsung menemui marketingnya yang kebetulan ada. Saat itu kami baru tahu bahwa Alam Sutera Sports Center ini disewakan sebagai tempat pernikahan dengan konsep semi-outdoor. Ada sedikit venue indoor, namun rasanya kurang besar untuk meletakkan pelaminan di sana. Jadi biasanya pelaminan diletakkan di area outdoor-nya, di sekitar kolam renang dan taman. Area indoor bisa digunakan sebagai pintu masuk untuk tamu dan untuk menaruh foto-foto pengantin, juga untuk ruang makan VIP. Akan disediakan kursi sebanyak 100 buah, namun sebagian besar akan lebih nyaman berdiri di taman sepertinya. Tempat ini kira-kira bisa menampung 1200 orang (indoor dan outdoor).

Sebenarnya tempatnya cukup cantik, kesannya romantis apalagi jika pernikahan dilakukan pada malam hari. Melihat dari foto-foto pernikahan terdahulu, sebagian besar pernikahan yang dilakukan di sana adalah yang menggunakan konsep internasional, yaitu pengantinnya menggunakan gaun pengantin putih untuk wanita dan jas untuk pria. Ada beberapa yang menggunakan konsep tradisional, walau entah kenapa tidak terlihat sebagus yang internasional jadinya.

Marketer-nya juga ramah dan menyarankan kami untuk datang lagi pada esok hari, kebetulan ada yang melaksanakan pernikahan jadi kami bisa langsung test food. Ohya, catering dan dekorasi harus menggunakan rekanan, jika ingin membawa dari luar dikenakan charge 20%.

Harga sewa-nya pun cukup reasonable, apalagi sudah mencakup dekorasi, mobil pengantin, make-up dan sewa baju pengantin, wedding cake, photo dan video pernikahan.

Kesimpulan dari kunjungan pertama kami ke Alam Sutera Sports Center adalah..

Kelebihan:
  • Gedung luarnya cantik dan taman untuk area outdoor juga sangat cantik, apalagi dihiasi kolam renang
  • Tempat parkir cukup luas
  • Cocok untuk konsep semi-outdoor wedding dan dengan dekorasi yang tepat (termasuk lampion di pohon-pohon) akan terlihat sangat indah
  • Marketing-nya ramah
  • Harga reasonable dan paket yang diberikan sudah lengkap
  • Letaknya dekat dari rumah, dan tidak begitu jauh dari pintu tol bagi tamu yang datang dari Jakarta/luar kota
Kekurangan:
  • Akan sangat berisiko jika pernikahan dilakukan di akhir tahun, karena rentan hujan
  • Venue indoor-nya sangat kecil dan kemungkinan tidak akan bermanfaat banyak, acara akan terpusat di outdoor
  • Kolam renang tetap bisa digunakan oleh member walaupun ada acara berlangsung, walaupun kalau pernikahan malam mungkin tidak akan banyak yang berenang
  • Hanya disediakan untuk 2 jam acara, contoh: 19.00-21.00
  • Belum tahu apakah ada nyamuk atau tidak, atau apakah akan terasa lembab karena dilakukan di luar ruangan tanpa AC
  • Karena konsep-nya semi outdoor, harus kreatif dalam mengatur dekorasi supaya pernikahan terlihat menarik
Berikut beberapa foto yang saya dapatkan dari internet, karena kebetulan pas datang ke sana lupa mengambil foto. Keterangan lengkap lainnya bisa dibaca di sini: http://www.vemale.com/direktori/18124-paket-pernikahan-oleh-alam-sutera-sports-center.html












Sunday, March 3, 2013

Mas Kawin

Saya kurang mengerti dengan urutan yang harus dipersiapkan dalam pesta pernikahan. Namun buat kami berdua, mas kawin adalah hal pertama yang kami beli untuk persiapan pernikahan ini.

Jauh sebelum tanggal pernikahan dipilih, Aryo bertanya mas kawin apa yang saya inginkan untuk pernikahan ini. Saya dengan mantap menjawab: emas batangan. Setelah membaca beberapa referensi, saya memang mengetahui bahwa mas kawin haruslah sesuatu yang berharga dan memiliki nilai, bukan sekadar simbol belaka. Mas kawin adalah barang yang diberikan oleh suami kepada istri, dan barang tersebut adalah mutlak menjadi kepunyaan pribadi istri.

Barang yang umum menjadi mas kawin adalah perhiasan, emas, uang tunai, bisa juga alat Shalat dan Al Quran. Saya memilih emas, karena tahan lama dan memiliki nilai yang baik. Lagipula mas kawin juga menjadi pertanda seberapa berharga nilai calon istri di mata calon suami. Bukan berarti matre, tapi saya ingin sekali dihargai secara tinggi oleh suami dan pemberian mas kawin bernilai tinggi juga menjadi tanda bahwa dia tidak main-main dalam meminang saya dan akan mempertahankan saya (Inshaa Allah) seumur hidup karena sudah berusaha keras untuk memenuhi mas kawin tersebut. Alhamdulillah, Aryo langsung setuju dengan keinginan saya tersebut.

Jadilah kami mulai berburu emas batangan, yang untungnya sekarang bisa dibeli secara online di ANTAM. Hal yang pertama harus dilakukan adalah mengecek ketersediaan emas yang diinginkan melalui website logam mulia ANTAM: http://www.logammulia.com/gold-bar-id.php

Emas ANTAM dalam berbagai ukuran

Harga emas selalu berubah setiap hari dan ukuran emas yang diinginkan juga tidak selalu ada. Saya memantau harga emas selama beberapa lama, sebelum akhirnya mendapatkan harga di trend yang kira-kira cukup baik dan kebetulan emas yang diinginkan tersedia pada saat itu, yakni di pertengahan Februari 2013.

Saya mengikuti ketentuan Delivery Order yang bisa juga di web-nya http://www.logammulia.com/delivery-order-id

Saya memesan melalui email, waktu itu hari Senin pagi saya mengirimkan email ke alamat yang tersedia. Namun tidak ada balasan. Besoknya, hari Selasa, saya mengirimkan email kembali pada pagi hari dan langsung dibalas dengan permintaan transfer sejumlah harga emas + biaya kirim + biaya asuransi pengiriman ke nomor rekening yang ditentukan. Jangan khawatir, nomor rekening yang diberikan adalah Virtual Account di Bank Permata atas nama pemesan, jadi tidak mungkin menyasar ke rekening yang disalahgunakan.

Ohya, meskipun biaya mas kawin diberikan oleh calon suami, yang melakukan pemesanan adalah saya karena emas tersebut nantinya akan dimiliki atas nama saya. Alamat pengiriman pun ditujukan ke rumah saya.

Jika ukuran emas yang dibeli agak besar, uang yang dikirim pun lebih banyak dan seringkali terganjal dengan limit transaksi. Untuk itu, ANTAM membolehkan uang dikirim dari rekening yang berbeda-beda, asal dikirim ke Virtual Account yang telah ditentukan sebelumnya. Transfer harus dilakukan pada hari yang sama dengan pemesanan paling lambat pukul 17.00 WIB.

Setelah urusan transfer beres, tak lama bukti transfer bisa dikirimkan kembali ke ANTAM, lalu mereka akan mengkonfirmasi bahwa emas telah lunas dan siap dikirimkan dengan memakan waktu 2-5 hari dengan menggunakan jasa RPX.

Sudah lega, saya kemudian tinggal menunggu. Sempat khawatir sebelumnya karena saya tiap hari bekerja sementara emas dikirimkan ke alamat rumah. Saya akhirnya meninggalkan KTP dan NPWP ke orang rumah, berjaga-jaga jika nanti emasnya tiba maka penerimaan bisa diwakilkan.

Hari Kamis pagi sekitar pukul 09.00 (artinya dua hari setelah pemesanan), saya dapat kabar dari orang rumah bahwa paket emas telah tiba dengan selamat. Sudah diperiksa dan barang yang dipesan sesuai dengan barang yang datang.

Sorenya saat kembali ke rumah, mas kawin saya memang benar telah datang. Kemasannya jauh lebih besar ketimbang ukuran emasnya, mungkin supaya aman.

Akhirnya, satu urusan telah selesai dalam persiapan pernikahan ini. Mas kawin sudah di tangan, hati pun senang :)


Sumber gambar: Lensa Indonesia

Saturday, March 2, 2013

Pembicaraan Awal

Sebelum masuk ke tahap persiapan pernikahan, hal pertama yang biasanya dilakukan pasangan yang akan menikah adalah membicarakan hal ini berdua lalu dilanjutkan dengan kedua orang tua masing-masing.

Sebagian pasangan melakukan proses lamaran secara pribadi, misal seperti yang biasa kita lihat di film-film Hollywood atau Sinetron dengan memberikan cincin di suatu kesempatan romantis seperti makan malam diiringi lantunan biola. Sebagian lainnya berjalan secara natural, misal hanya dengan ucapan, "tahun depan kita nikah, yuk!".

Pasangan saya, Aryo, bukanlah tipe pria romantis. Saking tidak romantisnya, bisa dibilang saya adalah orang yang lebih dahulu mendorong agar pernikahan bisa dilakukan di tahun 2013. Saya merasa setelah 5 tahun berpacaran, hubungan ini perlu diresmikan. Lagipula kami berdua sudah sama-sama lulus S2, sama-sama sudah bekerja, dan secara umur bisa dibilang sudah dewasa (saya berusia 27 tahun sementara Aryo berusia 26 tahun). Jadi itulah pembicaraan awal yang kami lakukan, bahwa saya merasa tahun 2013 ini adalah saat yang tepat. Aryo pun setuju.

Setelah Idul Fitri di tahun 2012, orang tua Aryo datang ke rumah keluarga saya untuk berkenalan dan melakukan pembicaraan awal. Pada kesempatan itu, orangtua Aryo menyatakan keseriusan anaknya untuk menikahi saya. Saya juga "diikat" dengan simbol sebuah gelang emas yang diberikan oleh ibunda Aryo.

Persiapan awal pernikahan berjalan agak lambat. Kami sempat terlena dengan waktu, tahu-tahu sudah memasuki tahun 2013. Beberapa kali Aryo kembali berbicara dengan ibu saya, lalu saya juga berbicara dengan orangtua Aryo mengenai acara yang akan dilakukan.

Keluarga Aryo adalah keluarga Jawa, sementara keluarga saya adalah keluarga Sunda-Palembang. Meskipun demikian, keluarga saya bukanlah keluarga dengan nilai tradisional yang kuat, sehingga tidak ada masalah apakah pernikahan dilaksanakan dengan adat apapun.

Berdasarkan pembicaraan yang telah dilakukan, disepakati bahwa pemilihan tanggal dilakukan dengan menggunakan sistem tanggal baik versi Jawa. Sementara adat pernikahan dibebaskan mengikuti keinginan keluarga perempuan.

Setelah dihitung, tanggal baik bagi kami berdua untuk melaksanakan akad nikah adalah pada tanggal 13 Desember 2013. Sementara untuk konsep dan adat yang digunakan saat resepsi, sampai saat posting ini ditulis belum final diputuskan.

Hal yang harus kami lakukan setelah ini adalah membuat checklist wedding, agar persiapan pernikahan bisa mulai dilakukan secara lebih sistematis, terutama karena kami tidak menggunakan Wedding Organizer (WO).

Perkenalan

Mempersiapkan pesta pernikahan adalah salah satu hal paling menyenangkan sekaligus paling menegangkan dalam tahap kehidupan manusia. Terutama di Indonesia, pernikahan bukan hanya urusan dua individu, namun merupakan acara yang harus melibatkan dua keluarga besar.

Blog ini dibuat untuk mendokumentasikan persiapan pernikahan yang akan dijalani sepasang manusia yang tinggal di Jakarta, Indonesia. Setelah menjalani masa pacaran yang cukup lama, yakni selama 5 tahun, pada tahun 2013 ini kami akhirnya memutuskan untuk menjalani pernikahan.

Rencananya, pernikahan akan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2013 (13-12-13). Pernikahan kami tidak akan dilaksanakan secara besar-besaran. Konsepnya adalah pernikahan sederhana dan sakral, namun tetap berkesan dan istimewa.

Semoga blog ini bisa menjadi tempat untuk mendokumentasikan persiapan yang dilakukan menjelang hari bahagia yang direncanakan. Blog ini diharapkan juga mampu memberikan gambaran bagi pasangan lainnya yang insya Allah akan menikah kemudian. Namun yang terpenting, blog ini diharapkan akan menjadi kenang-kenangan di masa depan bagi kami berdua dan pihak lainnya.

Salam,
Calon istri dan calon suami