Saturday, April 20, 2013

Hunting Venue - Part 2

Hampir sebulan sejak terakhir kali menulis update di blog ini, akhirnya saya kembali lagi. Persiapan pernikahan masih berjalan (sangat) lambat, sampai sudah berkali-kali diingatkan oleh orangtua bahwa gedung harus segera dipesan karena itu adalah hal paling penting dalam acara pernikahan.

Sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan gedung untuk acara, namun sudah ada beberapa kandidat yang didatangi dan menjadi renungan atau pertimbangan. Berikut adalah gedung-gedung tersebut.


1. Gedung ANTAM (Aneka Tambang)
Alamat: Jl. TB Simatupang No. 1 Tanjung Barat, Jakarta, 12530
Telepon: (021) 789 1233

Awalnya gedung ini menjadi salah satu calon terkuat untuk dijadikan tempat acara bagi kami. Pasalnya, pernah ada seorang teman yang menikah di sana dan membuat saya jatuh hati.

KELEBIHAN: Lokasinya cukup strategis, dekat pintu keluar tol TB Simatupang (saya lupa persisnya nama pintu keluarnya), sehingga memudahkan buat tamu yang datang dari Jakarta, BSD-Bintaro, Depok, Bogor, dan luar kota lainnya. Selain itu, berdasarkan pengalaman saya ukuran ruangannya (Ruang Andrawina) pas untuk acara berskala sedang atau tamu sekitar 1000 orang, AC-nya dingin, interiornya bagus dengan lampu-lampu kristal dan atap tinggi, dan makanannya enak. Tarif sewa gedung (tahun 2013) mulai dari 14 juta rupiah belum termasuk PPN.

KEKURANGAN: Harga sewa belum all-in-one, sehingga harus menambah lagi untuk catering dan dekorasi rekanan, rias pengantin, bunga-bunga, sewa kebaya untuk pagar ayu, dan pengeluaran kecil lainnya. Catering diberi tarif mulai dari 70 ribu rupiah per porsi. Ada bagian ruangan yang memiliki tangga sehingga agak menyulitkan. Dan kekurangan paling besar (bagi kami) adalah, gedung ini sudah dipesan pada tanggal yang kami inginkan!!

KESIMPULAN: Tidak jadi memakai ANTAM karena masalah tanggal.


Alamat: Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 94, Lantai 4, Jakarta Selatan
Telepon: (021) 791 83356, 794 2057

Gedung ini adalah gedung kedua yang kami datangi, walaupun belum pernah datang atau menghadiri pernikahan di sini sebelumnya. Gedung ini termasuk baru di Jakarta jadi masih terlihat bersih dan kinclong.

KELEBIHAN: Ruangan besar dan luas, ceiling lumayan tinggi, bersih, full carpet, dan terlihat rapi. Saat kami datang kebetulan sedang ada persiapan pernikahan dan langsung bertemu dengan bagian marketingnya yang baik hati dan dengan ramah menjelaskan. Harga yang ditawarkan sudah merupakan harga paket mulai dari catering (600 porsi, kalau lebih dari itu silahkan tambah sendiri), rias busana dan aksesoris (termasuk busana untuk pagar ayu dan kain untuk keluarga pengantin), dekorasi, foto dan video, entertainment, serta Wedding Organizer. Rekanan yang tersedia cukup banyak dan akan dibantu untuk memilih. Sehingga tidak perlu repot lagi. Selain itu juga mendapat bonus menarik mulai dari kambing guling, mobil pengantin, MC, menginap satu malam di hotel berbintang, serta bonus paket honeymoon di Bali 3 hari 2 malam hanya dengan menambah 1,5 juta rupiah.

KEKURANGAN: Acara diadakan di lantai 4 gedung SMESCO dan hanya ada 4 lift yang tersedia untuk naik, sehingga mungkin saja terjadi antrian tamu. Saya sempat mampir ke toilet tamu, walaupun bersih namun ukurannya kecil dan hanya ada 2 bilik di toilet wanita. Harganya tergolong mahal, mulai dari 112,9 juta untuk internasional dan 113,9 juta untuk tradisional. Untuk tamu sebanyak 1000 orang, mungkin bisa habis 150 juta rupiah.

KESIMPULAN: Kami naksir berat dengan gedung ini, terutama karena kebersihannya. Hanya saja harganya yang cukup mahal masih membuat kami berpikir-pikir, tapi sejauh ini Gedung SMESCO bisa dijadikan salah satu kandidat terkuat.


3. Gedung Manggala Wanabakti
Alamat: Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat
Telepon: (021) 570 3246 ext. 5114

Gedung milik Kementerian Kehutanan ini pernah saya datangi untuk urusan di luar pernikahan. Seorang teman juga pernah memakai gedung ini untuk menikah, walaupun saya tidak datang tapi sempat melihat foto-foto dan mendengar ceritanya.

KELEBIHAN: Mungkin karena berada dalam lingkungan Kementerian Kehutanan, suasana di area gedung sangat rindang dan adem dipenuhi pepohonan. Untuk tamu 1000 orang sebenarnya kami lebih cocok menggunakan Ruang Rimbawan I, namun saat datang ke sana kebetulan ruang itu sedang tidak dipakai dan dikunci. Kami akhirnya melihat-lihat ruang Auditorium yang sedang dipersiapkan untuk acara pernikahan. Ruang Auditorium sendiri sangat besar, bisa menampung sampai 3000 orang. Di beberapa bagian ceiling-nya sangat tinggi dan di bagiannya lainnya rendah. Harga sewa cukup terjangkau yakni 10 juta rupiah ditambah pajak 10%. Area parkir sangat luas dan sound system (kata si calon suami) bagus.

KEKURANGAN: Ruang yang cocok untuk kami, Rimbawan I, dikabarkan memiliki ceiling rendah dan jauh lebih kecil dibanding Auditorium, sehingga terlihat sumpek. Aura ruangan terlihat agak suram dan pencahayaan juga kurang terang, meskipun mungkin cocok jika menggunakan adat Jawa. Marketing hanya bisa dihubungi saat weekdays sehingga menyulitkan bagi pasangan bekerja seperti kami. Harga belum paketan dan fasilitas yang disediakan (tanpa paket) sangat minim, bisa jadi dengan menambah ini itu jatuhnya akan lebih mahal.

KESIMPULAN: Entah kenapa merasa kurang sreg saja dengan Manggala Wanabakti, jadi sepertinya gedung ini akan dicoret sementara dari daftar.


4. Gedung Serbaguna Senayan
Alamat: Komplek Gelora Bung Karno, Jl. Pintu I Senayan, Jakarta 10270
Telepon: (021) 713 72539

Gedung ini adalah gedung terakhir yang akan dibahas kali ini. Ide mensurvey gedung ini datang dari calon suami yang mendapat info bahwa gedung serbaguna Senayan memliki harga cukup terjangkau dan lokasinya pun cukup strategis.

KELEBIHAN: Saat datang ke gedung ini, kami langsung disambut oleh bagian pemasaran yang membantu menjelaskan fasilitas gedung. Pelayanan ramah dan si bapak sangat lucu. Kelebihan utama gedung ini adalah ruang riasnya yang besar dan jumlahnya banyak, persisnya ada 5 buah (1 untuk pengantin, 2 untuk masing-masing orangtua pengantin, dan 2 untuk masing-masing pagar ayu dan bagus). Bisa dibilang ruang riasnya paling banyak dibandingkan gedung-gedung lain, bahkan ada fasilitas tempat tidur di ruang rias pengantin (bingung juga sih buat apa). Parkir cukup luas dan bisa memakai area parkir di sekitar gedung yang masih masuk kompleks GBK. Rekanan sangat banyak, bisa menyediakan paket WO juga bagi yang tak ingin repot. Tarif sewa gedungnya saja 16,5 juta rupiah, belum termasuk PPN, catering, dan sebagainya. Bentuknya mirip wisma sehingga tidak terlihat kaku seperti gedung. Kami juga bisa menaruh nama dulu dan mendapat kesempatan berpikir selama seminggu.

KEKURANGAN: Walaupun tarif gedung terbilang standard, namun jika ditambah dengan catering, dekorasi, dan perintilan-perintilan lainnya jatuhnya jadi mahal juga. Saat saya bertanya kira-kira bisa habis berapa all-in untuk tamu sebanyak 1000 orang alias 500 undangan, si bapak menyebut angka 150 juta. Cukup kaget juga, karena harganya kira-kira sama dengan SMESCO yang jauh lebih modern. Saya juga merasa gedung ini cukup panas, mungkin karena tidak full AC, walaupun nanti di ruang pernikahan akan disediakan AC tambahan. Aroma rokok juga masih tercium di lantai bawah yang tidak full AC itu, banyak bapak-bapak yang bebas merokok. Saat mengintip aula pernikahan yang sedang dipersiapkan untuk pernikahan nanti malamnya, saya merasa ruangannya tidak terlalu besar, walaupun ceiling-nya tinggi. (Tapi kata si calon suami, cukup besar kok, hanya terlihat sempit karena dekorasinya saat itu agak heboh). Satu kekurangan lagi adalah saya merasa gedung ini terkesan kurang bersih, ditambah dengan karpetnya yang kotor dan banyak noda. Entahlah kalau nanti akan dilapisi karpet lagi. Terakhir, jalan menuju aula pernikahan harus melalui tangga yang lagi-lagi cukup merepotkan bagi para wanita dan orang tua. Ohya, saat ke sana brosur dan katalog gedung sedang habis, sehingga dijanjikan akan dikirimi email, tapi saya belum menerima sampai sekarang.

KESIMPULAN: Kami sudah menaruh nama di tanggal yang diinginkan, walaupun masih berpikir-pikir lagi, sambil menunggu email yang dijanjikan. Sejauh ini, belum terlalu sreg dengan gedung Serbaguna Senayan ini.


Baiklah, demikian laporan 4 gedung yang sudah kami survey lagi sampai dengan sekarang. Belum menemukan yang 100 persen sreg antara keinginan dengan budget. Minggu depan rencananya kami akan kembali mensurvey beberapa gedung lainnya.

PS: Waktu ke sana tidak sempat foto-foto dan belum sempat juga cari foto di internet, jadi maaf ya postingan kali ini tidak disertai foto.