Sunday, July 7, 2013

Undangan: Abadi Card

Masih banyak persiapan yang harus dilakukan menjelang rencana pernikahan yang kira-kira 5 bulan lagi, namun Alhamdulillah hari ini salah satu checklist sudah bisa dicoret dari daftar, yakni: Undangan.

Ini memang agak di luar kewajaran berhubung acaranya masih lama tapi undangan sudah beres. Tapi tidak apalah, hitung-hitung menghapus satu hutang.

Mengenai undangan, ceritanya sebenarnya agak lucu. Undangan adalah salah satu hal yang paling ingin kami batasi budgetnya karena toh pada akhirnya undangan fisik yang disebar kepada para tamu akan berujung pada tempat sampah alias dibuang (umumnya demikian). Jadilah tadinya kami berencana membuat undangan seminimalis mungkin, kalau bisa bentuknya hanya berupa amplop dan kartu undangan tipis seperti pada umumnya undangan di luar Indonesia (semacam undangan pesta ulang tahun namun dalam ukuran lebih besar).

Saya sempat berencana membuat undangan minimalis serba putih atau off-white. Ternyata hasil googling lucu-lucu juga, apalagi kalau ditambahi pita atau renda.













Akan tetapi setelah bertanya sana sini, membuat undangan seperti gambar-gambar di atas harganya ternyata mahal juga, bahkan kalau menggunakan desainer undangan di dunia maya bisa menghabiskan dana Rp. 25.000/buah. Wow, mendingan sekalian bikin undangan full beludru. Budget undangan saya batasi maksimal Rp. 5.000/buah.

Jadilah akhirnya saya dan calon mertua berkunjung ke Pasar Tebet yang tersohor sebagai pusat undangan pernikahan. Dari sekian banyak kios undangan yang ada, entah kenapa -mungkin sudah jodoh namanya- kami berakhir pada vendor undangan bernama Abadi Card. Waktu itu saya hanya mampir ke dua kios, yakni T*uk* Card dan Abadi Card, dan harga di Abadi Card sedikit lebih murah dibandingkan yang pertama.

Setelah lihat-lihat contoh undangan yang tersedia, menawar sedikit, akhirnya saya mendapatkan model undangan yang di luar rencana baik dari segi warna maupun bentuk namun dengan budget sesuai keinginan (tidak lebih dari 5ribu rupiah per undangan). Proses berjalan cukup cepat, saya memesan undangan sebanyak 500 buah dan membayar DP sebesar Rp. 500.000. Setelah itu marketing dari Abadi Card menjanjikan akan mengirimkan draft undangan ke email saya untuk direvisi. Siangnya datang ke sana, malamnya draft undangan sudah dikirim. Cepat sekali kerjanya.

Setelah merevisi beberapa kesalahan dalam isinya dalam beberapa minggu sampai draft ketiga, juga beberapa kali drama apakah perlu memasukkan gelar akademis atau tidak ke dalam undangan (semua proses dilakukan via email), akhirnya pada pertengahan Juni undangan siap naik cetak. Untuk draft keempat alias terakhir, saya datang lagi ke Pasar Tebet untuk men-acc undangan sebelum naik cetak. Benar-benar harus diteliti dan pada akhirnya saya harus tanda tangan di setiap halaman yang telah saya setujui untuk naik cetak.

Tadinya saya ingin mengundur proses naik cetak berhubung acara pernikahan yang masih lama, tapi karena pemerintah menaikkan harga BBM dan menjelang bulan puasa juga, akhirnya undangan tetap dicetak lebih awal untuk menghindari kenaikan harga bahan baku (walaupun sudah deal harga, tapi kasihan juga kalau sampai mereka menanggung rugi).

Saat acc naik cetak undangan, marketing dari Abadi Card menjanjikan undangan siap diambil dalam waktu 2 minggu. Wah, cepat sekali, saya sampai meyakinkan mereka untuk tidak usah cepat-cepat membuatnya asalkan hasilnya bagus dan sesuai permintaan.

Kira-kira 2-3 minggu kemudian, Voila! Undangan sudah jadi dan siap diambil.

Undangan yang saya pesan dalam warna coklat-gold dihiasi pita keemasan tersebut sudah ada dalam genggaman dan kurang lebih memenuhi setiap request yang saya berikan. Abadi Card juga memberikan bonus kartu ucapan terima kasih yang bisa digunakan untuk souvenir.



  





Saya belum cek satu-satu apakah ada produk yang cacat atau tidak, tapi saya sangat suka dengan detail ukiran dan emboss gold untuk tulisannya (update: ternyata ada beberapa yang cacat). Memang modelnya agak pasaran karena saya mengikuti contoh yang sudah ada di toko, namun saya jatuh cinta dengan warnanya. Berdasarkan kecepatan kerja, kemampuan menampung request pelanggan yang agak cerewet dan teliti seperti saya, juga beberapa kali perubahan isi karena plin-plan, serta respon mereka yang cepat tanggap menjawab setiap SMS dan email bisa dibilang saya cukup puas. Ohya, satu lagi, Abadi Card ini punya komputer sendiri di dalam tokonya, jadi pas acc terakhir kita bisa langsung lihat perbaikan undangan di layarnya. Update: hanya saja kekurangannya adalah tidak ada pelayanan paska cetak, alias kalau mau complain setelah naik cetak tidak akan ditanggapi, saya sarankan untuk memeriksa seteliti mungkin sebelum membawa pulang undangan dan ucapan terima kasih.

Sekarang undangan yang ada di rumah harus saya simpan dulu sebelum dibagikan ke daftar undangan. Terima kasih, Abadi Card! Semoga nanti rumah tangga kami seabadi nama vendor undangannya, Amin..

Abadi Card
Pasar Tebet Barat
Lantai Basemen, Tebet, Jakarta Selatan
Telepon: 021 8378 0223