Sunday, October 27, 2013

Foto Prewedding (Part 1)

Foto prewedding adalah salah satu hal yang lumrah dilakukan calon pengantin terutama beberapa tahun belakangan ini. Tema dan konsepnya pun bermacam-macam, mulai dari yang romantis, fun, casual, vintage, sampai hanya menangkap kemesraan pasangan sehari-hari. Anyway, foto prewed sebenarnya tidak wajib dilakukan dan masih banyak pula yang menentangnya, terutama karena sifatnya yang terlalu mengumbar kemesraan padahal pasangan tersebut belum resmi menikah.

Saya dan pasangan memutuskan akan melakukan foto prewed, sebenarnya lebih karena ingin memiliki kenang-kenangan. Sebenarnya kami berdua tidak terlalu suka difoto (bahkan foto berduaan yang kami miliki pun sangat sedikit). Tapi berhubung sekaligus mencari vendor foto untuk akad dan resepsi, jadilah kami sepakat untuk melakukan sesi foto prewed. Kapan lagi coba bisa bergaya ala model dengan fotografer profesional? Hehe.

Kami browsing ke beberapa vendor foto dan melakukan shortlisting, dengan persyaratan sebagai berikut:
(1) Harganya tidak terlalu mahal. Dicoretlah Axioo, Moreno, dan kawan-kawan selevelnya (iyalah)
(2) Bisa diambil satu paket mulai dari prewed, akad, resepsi. Dicoretlah Lightbrush (hiksss...) karena tidak menyediakan jasa foto prewed
(3) Enak diajak berkomunikasi dan tukar pikiran mengenai konsep, serta tidak kaku untuk bernegosiasi

Sebenarnya kandidat utama yang tadinya ingin kami ambil sebagai vendor foto Prewed (sekaligus akad dan resepsi) adalah yang satu ini (click!). Maaf ya nggak berani menyebut merk, hehe. Saya dan cami sukaaaa sekali dengan cara fotografernya (mas Irvan) mengambil gambar karena jelas, jernih, bisa menangkap moment yang tepat, dan gambarnya seolah bercerita. Tapi sayang sungguh disayang, harganya masih terlalu mahal untuk jangkauan kami, padahal sudah naksir berat. Ohya, satu lagi yang unik dari vendor satu ini adalah dia rajin mengupdate blog-nya dan kerap kali bercerita mengenai pasangan yang difotonya. Hihi.

Saya kemudian rajin meminta pricelist dari beberapa vendor foto, mulai dari yang harganya murah sampai lumayan berat. Ada yang harganya lumayan bersahabat seperti NewLife dan Kontiki, namun entah kenapa belum merasa sreg di hati.

Sampai suatu ketika saya sedang bertandang ke weddingku.com untuk mencari referensi, terdapatlah sebuah vendor fotografi yang mendapat pujian dari beberapa capeng di weddingku. Mampirlah saya ke website vendor tersebut, dan langsung suka. Selain itu, pricelist yang ada di website-nya juga sudah jelas, dan yang lebih pas lagi, terdapat paket spesial untuk prewed dan resepsi sekaligus. Yippie. Setelah kontak-kontakan dengan pemiliknya, dan menjelaskan mengenai pernikahan kami yang berbeda hari antara akad dan resepsi, rupanya hal tersebut bisa dibicarakan.

Habisnya, banyak vendor lain yang jatuhnya mahal karena akad dan resepsi yang jatuh pada hari berbeda.

Setelah itu, kami bertemu langsung dengan pemilik vendor, Mas Angga, dan dikirimkan invoice dengan keterangan paket yang didapatkan dan rincian harga. Pokoknya serba jelas.

Jadilah kami deal dan memilih vendor ini untuk menangani fotografi selama pernikahan, mulai dari prewed, akad, hingga resepsi. Mau tahu vendor apa yang kami pilih? Tunggu cerita selanjutnya :)