Saturday, November 30, 2013

Foto Prewedding (Part 3)

Postingan kali ini membahas pengalaman saya dan cami dalam sesi foto prewedding yang dipenuhi drama, keringat, dan air (untungnya hujan, bukan air mata). Akibat satu dan lain hal, lokasi foto prewed baru fixed ditentukan sehari sebelum sesi pemotretan, itu juga sudah dengan usaha menelepon kesana-sini karena rencana sebelumnya berfoto di perpustakaan gagal.

Jadilah pada hari yang telah dijanjikan, saya dan cami janjian bertemu di salah satu kedai kopi di daerah Kemang. (Clue: kedai kopi ini juga punya cabang lainnya di daerah Senopati). Kami dapat ijin berfoto dari pukul 07.00 sampai pukul 10.00, tapi karena harus mempersiapkan make up dan kostum baru siap berfoto dimulai pukul 07.30. Berhubung persiapan kurang matang, saya tidak membawa high heels dan hanya menggunakan wedges. Jadinya kurang bagus sih, jadi wahai para wanita walaupun kalian tidak suka memakai high heels tidak ada salah menyiapkan sepasang-dua pasang jika ingin melakukan foto prewed.

Ohya, tema di lokasi pertama ini adalah classic vintage, tapi jadinya malah seperti foto formal saja. Fotografer yang menangani kami, mas Ali, sebenarnya jago sekali mengambil gambar dan mengarahkan, tapi berhubung saya kurang bisa bergaya jadi yaaa banyak yang jadinya kurang maksimal. Sekitar pukul 10.00 lewat sesi foto selesai. Untuk foto di kedai kopi ini charge yang dikenakan adalah 500ribu rupiah dan bisa berfoto di setiap sudut ruangan yang diinginkan.

Lokasi kedua, dari Kemang menuju mall Kota Kasablanka, untuk berfoto di Nannys Pavillon. Jalanan dari Kemang ke Kokas ternyata macet berat, kami baru tiba di sana sekitar pukul 11 lewat, padahal janjian dengan Nannys untuk datang jam 10. Tadinya kami takut karena mendekati jam makan siang artinya Nannys akan ramai dan susah berfoto di sana. Tapi berhubung ternyata yang datang makan siang belum terlalu banyak, sesi foto tetap diadakan. Nannys memang kooperatif sekali dalam urusan foto prewed, dan tempatnya juga bagus untuk foto-foto jadi lokasi ini merupakan lokasi favorit saya selama menjalani foto prewed. Sesuai kesepakatan, kami melakukan minimal order 500ribu dan ini dimanfaatkan sekaligus untuk makan siang saya dan cami, mas Ali, asisten fotografer, dan make up artist kami yang mungil dan cantik.

Selesai foto di Nannys sekitar jam 2, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi ketiga, Bukit Juanda di Depok. Tadinya ingin foto outdoor bergaya piknik dengan ilalang di sini, namun rencana tinggal rencana. Hujan turun dengan derasnya dan tidak mau berhenti sampai sore hari. Sedikit memaksakan diri, kami tetap berfoto dengan latar belakang percikan air hujan, cukuplah dapat 1-2 foto yang lumayan bagus.

Setelah itu, sambil menunggu malam hari tiba, kami mampir ke Roti Bakar Edy di Margonda Depok sekaligus untuk ganti kostum dan touch-up make-up. Setelah hari gelap, kami melakukan sesi foto keempat alias terakhir di pinggir jalan dengan latar belakang lampu jalanan dan kendaraan di seputar Depok. Untunglah hujan sudah reda. Walaupun badan sedikit lelah, kami masih semangat berfoto dan hasil fotonya sesuai dengan yang diharapkan, cantik sekali berfoto di malam hari dengan latar belakan kerlap kerlip cahaya.

Bagaimana hasil fotonya secara keseluruhan? Setelah diedit dan hasilnya diberikan ke saya, bagus juga jadinya. Belum semua hasil foto saya dapatkan tapi yang sudah saya lihat sesuai harapan. Terima kasih pada mas Ali, mas Angga, mas Boy, Riffa dan sepupunya atas kerja keras kalian di hari itu, dari pada sampai malam tiba.

Berikut cuplikan hasil foto prewed yang membuat hati saya tersenyum riang.


Saturday, November 9, 2013

Foto Prewedding (Part 2)

Mengurus foto prewed ternyata tidak selamanya menyenangkan sebagaimana hasil fotonya yang indah dan menggembirakan. Malah bisa dibilang, mengurus foto prewed itu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan pikiran (selain tentunya biaya). Atau ini mungkin hanya terjadi pada saya dan pasangan ya? Hehe.

Jadi ceritanya, untuk konsep foto prewed saya sangat ingin dilakukan secara indoor dan outdoor. Tidak mau salah satunya saja, harus dua-duanya. Untuk sesi indoor, inginnya dilakukan dengan tema perpustakaan dan/atau cafe, sedangkan untuk sesi outdoor inginnya dilakukan dengan tema ilalang dan/atau night scene dengan kerlap kerlip lampu kendaaraan yang lalu lalang.

Hal paling sulit dilakukan untuk foto prewed adalah: mencari lokasi! Sebenarnya banyak lokasi yang bagus di seputaran Jakarta, tapi kebanyakan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hiks.

Ini adalah beberapa lokasi foto prewed di Jakarta dan sekitarnya (serta ada yang sedikit di luar Jakarta) yang sempat saya survey atau dapatkan infonya melalui telepon dan internet.

Ini adalah lokasi idaman saya untuk tema perpustakaan. Amat sangat ingin foto di sini, tapi sayang seribu sayang harus gagal karena masalah perizinan yang mendadak. Untuk foto di sini secara gratis, harus menjadi anggota perpustakaan selama lebih dari 6 bulan sebelumnya, tapi itu hanya bisa dilakukan di satu jam pertama jam buka perpus (09.00-10.00 untuk weekdays dan 10.00-11.00 untuk hari Sabtu), itu pun terbatas selama tidak mengganggu pengunjung lain. Untuk berfoto lebih leluasa bisa menggunakan di luar jam buka perpustakaan (07.00-09.00 untuk weekdays dan 07.00-10.00 untuk hari Sabtu), dikenakan charge sebesar 500 ribu rupiah dan harus izin pada manajemen gedung minimal seminggu sebelum pemotretan.

Foto oleh BPAD Jakarta

Tempat ini sering sekali dijadikan lokasi foto prewed. Kalau menurut fotografer saya sih, pencahayaan di Nannys itu "sempurna" sehingga foto yang dihasilkan di sini kemungkinan besar hasilnya bagus. Cocok untuk tema prewed yang colorful. Perizinan foto prewed di Nannys pun tergolong mudah. Tinggal telepon sehari sebelumnya di Nannys pilihanmu, lalu datang pada hari H dengan minimal order 500 ribu, bisa berfoto sepuasnya. Baiknya sih foto sebelum ramai, alias jangan di jam makan siang, karena Nannys tidak punya kuasa untuk menghalau pengunjung lain. Ohya, setiap Nannys di tempat yang berbeda memiliki konsep yang berbeda pula, misalnya Bathroom di Nannys Pacific Place, Sewing Room di Nannys Gandaria City, Terrace di Nannys Central Park, Playroom di Nannys Kota Kasablanka, dan masih banyak lainnya.

Foto oleh Chic Magazine

Kedai Kemang juga seringkali dijadikan lokasi foto prewed, saking seringnya sampai harus ijin minimal seminggu sebelumnya agar tidak bentrok dengan pasangan lain. Dalam sehari, Kedai Kemang hanya menerima 2 pasangan untuk foto prewed (satu pagi dan satu sore). Charge sebesar 250 ribu dalam bentuk minimum order seperti layaknya Nannys, sehingga bisa sekaligus dimanfaatkan untuk makan dan minum capeng dan crew fotografer. Saya juga tidak berhasil mengambil foto prewed di sini, lagi-lagi, karena masalah perizinan yang mendadak.

Taman Bunga Nusantara alias TBN bisa dibilang salah satu lokasi favorit capeng untuk melakukan foto prewed. Asalkan hari sedang cerah, mau berfoto dari pagi sampai taman tutup pun boleh. Dengan taman seluas ini, tema piknik sangat cocok dilangsungkan di tempat ini. Pengelola tempat ini pun sangat terbiasa dan terbuka untuk masalah foto prewed, walaupun lokasinya memang agak jauh dan terlihat sedikit menjenuhkan kalau seharian dihabiskan hanya dengan rumput dan bunga. Untuk foto prewed, charge yang dikenakan sebesar 500 ribu untuk weekdays dan 750 ribu untuk weekends. Bisa dibayar on the spot di bagian informasi.
Wuah, lokasi ini bikin jatuh cinta luar biasa saat melihat web-nya. Cantik banget! Interior dan pernak pernik di dalamnya sangat mendukung untuk foto prewed bertema vintage. Ada sedikit bagian tamannya juga, dari gambar yang disajikan sudah sangat menggoda hati nurani. Tapi keinginan berfoto di sini harus dikubur dalam-dalam, karena charge yang dikenakan amat sangat mahal, yakni 5 juta rupiah per 4 jam. Silahkan jika ada yang sanggup dan rela merogoh kocek demi lokasi secantik ini.


Foto dari Gallery Moje

Belum banyak yang tahu bahwa BSD punya lokasi yang lumayan bagus untuk dijadikan tempat foto prewed. Hutan Kota 2 BSD ini terbilang cukup besar dan bisa jadi pilihan. Saya sempat datang sendiri ke sana dan melihat beberapa pasangan sedang mengambil foto prewed. Sepertinya harus ijin pengelola untuk foto prewed, tapi saya tidak tahu persis charge-nya berapa, sepertinya tidak terlalu mahal. Sayangnya Hutan Kota ini kurang terawat, padahal bisa berpotensi besar.

Jembatan merah, salah satu spot di Hutan Kota 2 BSD

7) Universitas Indonesia
Ini adalah lokasi yang juga sekaligus adalah almamater saya dan pasangan sebagai lulusan kampus kuning tersebut. Kabarnya untuk foto prewed di UI tidak dikenakan charge, asal bisa memilih lokasi yang tidak terlalu mengganggu mahasiswa yang sedang beraktivitas (masa iya mau foto di depan kelas, hehe). Banyak lokasi tersembunyi di UI yang bisa jadi pilihan foto prewed: jembatan merah penghubung FIB dan FT, perpustakaan UI yang canggih itu, danau kenanga, sepanjang jalan menuju asrama, dan lain sebagainya.


Serta ada beberapa lokasi lain seperti berbagai macam kafe di seputaran Kemang, Epicentrum Walk, taman-taman yang tersebar di Jakarta seperti Taman Menteng, Taman Langsat, serta tempat tersohor lain seperti Pantai Indah Kapuk (bayar sekitar 500-750 ribu), Dufan (bayar tiket masuk saja asal pakaian masih "normal"), Ancol, dan juga daerah seputar Bundaran HI dengan prasyarat yang berbeda-beda. Untuk lokasi outdoor terkadang harus bayar (jika ketahuan satpam), namun banyak juga yang masih gratis. Untuk lokasi indoor, pada umumnya memang dikenakan charge.

Pertanyaannya adalah, relakah Anda merogoh kocek untuk berfoto di lokasi idaman? Semua tentu tergantung kemampuan dan kemauan masing-masing pasangan :)

Pada akhirnya, saya memilih 2 lokasi indoor dan 2 lokasi outdoor sebagai lokasi foto prewed. Dua berada di Jakarta dan 2 lainnya berada di Depok, seperti yang akan saya ceritakan di posting selanjutnya. Ciao!